Esai Beasiswa Bazma Pertamina
2019
“Inilah Saya bagi Keluarga dan
Kontribusi yang Telah, Sedang dan Akan Saya Berikan untuk Indonesia”
Saya, Haifani Ega Anantomi,
lahir di Magelang sebagai anak tunggal. Saya terbiasa hidup mandiri. Terlebih
ketika SMA dan harus tinggal di asrama, pengalaman tersebut membuat saya lebih
mandiri dan disiplin dalam mengatur setiap kegiatan saya. Bagi saya seperti
yang saya kutip dari sebuah prasasti oleh Ki Suratman yaitu, “Disiplin pribadi
menumbuhkembangkan kreativitas.”, dengan disiplin inilah saya mengembangkan
kreativitas dalam diri saya.
Bagi keluarga saya, memiliki
hanya seorang anak tentunya semakin banyak perhatian yang diberikan kepada
saya. Namun, orang tua saya berbeda dari kebanyakan, ibu saya terutama,
berpendapat bahwa anaknya harus bisa mandiri. Begitu pula ayah saya, beliau juga
adalah orang yang sangat disiplin. Sejak kecil saya dididik untuk tidak manja, mandiri,
dan bisa mengatur keperluan saya sendiri dari hal-hal kecil yang setiap hari
saya lakukan di rumah. Meskipun saya tentunya adalah harapan satu-satunya bagi
orang tua saya, mereka tidak pernah memaksa saya melakukan hal yang tidak saya
inginkan. Memilih studi lanjut yang saya inginkan juga bukan paksaan dari orang
tua saya. Namun, orang tua saya tetap selalu memberi pertimbangan dan nasehat
untuk setiap pilihan yang akan saya ambil.
Bagi saya, memberikan kontribusi
melalui hal-hal kecil yang saat ini dapat saya lakukan adalah tabungan untuk
saya menyusun kontribusi besar yang akan membawa Indonesia menjadi lebih baik. Salah
satu kontribusi bagi Indonesia yang saya lakukan yaitu ketika bersekolah di SMA
Taruna Nusantara. Salah satu kurikulum di dalamnya termasuk Bela Negara,
Kenusantaraan dan Kepemimpinan yang diterapkan dalam kegiatan Latihan
Kemasyarakatan Peduli Lingkungan, yaitu semacam kegiatan bakti sosial yang
dilakukan selama satu minggu di desa binaan. Selama melaksanakan kegiatan ini,
berbagi banyak hal kepada masyarakat justru membuat saya mendapatkan banyak manfaat.
Kegiatan ini yang menginspirasi saya untuk terus memberikan manfaat kepada
masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.
Saya mencari hal yang saya
sukai, yang dapat saya lakukan agar dapat meneruskan langkah saya memberikan
manfaat bagi masyarakat, menjadi dokter adalah hal yang mencakup itu semua. Kemudian
saya bergabung dalam sebuah organisasi di Fakultas Kedokteran, Kesehatan
Masyarakat, dan Keperawatan UGM, yaitu CIMSA atau Center for Indonesian Medical Students’ Activities. Organisasi tersebut
bergerak dengan visi memberdayakan mahasiswa kedokteran dan meningkatkan
kesehatan nasional; sesuai dengan tujuan yang saya ingin capai ketika memilih
menjadi dokter. Saya berharap dapat menggali banyak ilmu dan pengalaman dalam mengabdi
pada masyarakat melalui organisasi ini.
Selama berkuliah di FK-KMK UGM
ini saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang berharga, ke depannya saya
akan terus mengembangkan diri dan kemampuan saya melalui berbagai kegiatan yang
saya ikuti, tentunya dengan tidak mengesampingkan kewajiban utama saya di
bidang akademik. Selain itu, saya ingin melakukan kegiatan sukarela atau volunteering, kegiatan serupa yang dapat
menyalurkan ilmu yang saya dapat selama kuliah dan memberikan manfaat bagi
masyarakat secara luas. Melalui beasiswa ini, saya tentunya berharap dapat
meningkatkan kualitas diri saya sehingga manfaat yang nantinya saya berikan
kepada masyarakat dapat lebih baik dan dapat meningkatkan kesehatan nasional.
Izinkan saya mengutip kata-kata
dari J. C. Pearce yaitu, “to live a creative life, we must lose our fear of
being wrong.” Therefore I start to choose what I want to do, to not afraid of
being wrong, to not afraid to choose something.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar