Laman

Sabtu, 23 Februari 2019

ESAI BEASISWA BAZMA PERTAMINA 2019


Esai Beasiswa Bazma Pertamina 2019
“Inilah Saya bagi Keluarga dan Kontribusi yang Telah, Sedang dan Akan Saya Berikan untuk Indonesia”

Saya, Haifani Ega Anantomi, lahir di Magelang sebagai anak tunggal. Saya terbiasa hidup mandiri. Terlebih ketika SMA dan harus tinggal di asrama, pengalaman tersebut membuat saya lebih mandiri dan disiplin dalam mengatur setiap kegiatan saya. Bagi saya seperti yang saya kutip dari sebuah prasasti oleh Ki Suratman yaitu, “Disiplin pribadi menumbuhkembangkan kreativitas.”, dengan disiplin inilah saya mengembangkan kreativitas dalam diri saya.

Bagi keluarga saya, memiliki hanya seorang anak tentunya semakin banyak perhatian yang diberikan kepada saya. Namun, orang tua saya berbeda dari kebanyakan, ibu saya terutama, berpendapat bahwa anaknya harus bisa mandiri. Begitu pula ayah saya, beliau juga adalah orang yang sangat disiplin. Sejak kecil saya dididik untuk tidak manja, mandiri, dan bisa mengatur keperluan saya sendiri dari hal-hal kecil yang setiap hari saya lakukan di rumah. Meskipun saya tentunya adalah harapan satu-satunya bagi orang tua saya, mereka tidak pernah memaksa saya melakukan hal yang tidak saya inginkan. Memilih studi lanjut yang saya inginkan juga bukan paksaan dari orang tua saya. Namun, orang tua saya tetap selalu memberi pertimbangan dan nasehat untuk setiap pilihan yang akan saya ambil.

Bagi saya, memberikan kontribusi melalui hal-hal kecil yang saat ini dapat saya lakukan adalah tabungan untuk saya menyusun kontribusi besar yang akan membawa Indonesia menjadi lebih baik. Salah satu kontribusi bagi Indonesia yang saya lakukan yaitu ketika bersekolah di SMA Taruna Nusantara. Salah satu kurikulum di dalamnya termasuk Bela Negara, Kenusantaraan dan Kepemimpinan yang diterapkan dalam kegiatan Latihan Kemasyarakatan Peduli Lingkungan, yaitu semacam kegiatan bakti sosial yang dilakukan selama satu minggu di desa binaan. Selama melaksanakan kegiatan ini, berbagi banyak hal kepada masyarakat justru membuat saya mendapatkan banyak manfaat. Kegiatan ini yang menginspirasi saya untuk terus memberikan manfaat kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.

Saya mencari hal yang saya sukai, yang dapat saya lakukan agar dapat meneruskan langkah saya memberikan manfaat bagi masyarakat, menjadi dokter adalah hal yang mencakup itu semua. Kemudian saya bergabung dalam sebuah organisasi di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, yaitu CIMSA atau Center for Indonesian Medical Students’ Activities. Organisasi tersebut bergerak dengan visi memberdayakan mahasiswa kedokteran dan meningkatkan kesehatan nasional; sesuai dengan tujuan yang saya ingin capai ketika memilih menjadi dokter. Saya berharap dapat menggali banyak ilmu dan pengalaman dalam mengabdi pada masyarakat melalui organisasi ini.

Selama berkuliah di FK-KMK UGM ini saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang berharga, ke depannya saya akan terus mengembangkan diri dan kemampuan saya melalui berbagai kegiatan yang saya ikuti, tentunya dengan tidak mengesampingkan kewajiban utama saya di bidang akademik. Selain itu, saya ingin melakukan kegiatan sukarela atau volunteering, kegiatan serupa yang dapat menyalurkan ilmu yang saya dapat selama kuliah dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. Melalui beasiswa ini, saya tentunya berharap dapat meningkatkan kualitas diri saya sehingga manfaat yang nantinya saya berikan kepada masyarakat dapat lebih baik dan dapat meningkatkan kesehatan nasional.

Izinkan saya mengutip kata-kata dari J. C. Pearce yaitu, “to live a creative life, we must lose our fear of being wrong.” Therefore I start to choose what I want to do, to not afraid of being wrong, to not afraid to choose something.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar