Laman

Kamis, 07 November 2013

Mitos Kesehatan

Assalamualaikum :)

Berikut ini beberapa mitos dalam masyarakat yang belum terbukti kebenarannya. Yuk, disimak..
  1. Sakit Maag (Gastritis) Karena Terlambat Makan
                   Penyebab ini masih belum dapat dijelaskan secara ilmiah dan masih belum ada penelitian yang membuktikannya. Tetapi fakta bahwa umat muslim yang melakukan puasa selama lebih dari dua belas jam tidak menyebabkan gangguan maag untuk sebagian besar orang yang menjalankannya. Penyakit maag sebenarnya adalah gejala penyakit yang disebabkan oleh
    perlukaan lambung yang menyebabkan sakit, nyeri, dan perih pada saluran pencernaan.
  2.  Berjemur di Bawah Matahari Menyembuhkan Batuk dan Pilek
                    Kalaupun ada fakta yang menunjukkan bahwa batuk dan pilek membaik setelah dijemur di pagi hari, itu bukan sekadar manfaat berjemur di bawah matahari. Pada penderita alergi sensitif pada saluran nafas, ternyata pada siang hari keluhan-keluhan mereka berkurang secara alami. Dan biasanya bertambah parah pada malam dan pagi hari.
  3. Berjalan di Pantai Menyembuhkan Asma
                     Asma adalah keadaan saluran napas yang mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu khususnya alergi. Bisa karena alergi makanan atau debu. Asma juga dapat dipicu atau diperberat karena infeksi saluran napas, stress, aktivitas berlebihan dan udara dingin. Tetapi pemicu bukanlah yang utama bila penyebabnya dapat dikendalikan.
  4. Kopi Mencegah Kejang-Kejang
                     Kejang pada anak-anak seringkali terjadi karena demam. Untuk mengatasi kejang seperti ini, perlu dicari penyebab demam. Sedangkan pemberian kopi pada anak yang kejang, dapat meningkatkan resiko kejang epilepsy karena kandungan kafein pada kopi. Pada anak dengan saluran cerna yang sensitive, maka kopi akan beresiko tkeluhan mual, muntah dan nyeri perut.
  5. Telur Makanan yang Bergas dan Mengganggu Pencernaan
                      Pada orang sehat, telur tidak berpengaruh terhadap saluran cerna. Tetapi pada penderita hipersensitif saluran cerna, telur mengakibatkan produksi gas dalam perut meningkat. Tetapi bukan berarti telur makanan yang mengandung gas. Gangguan sakit, nyeri, mulas, dan perih pada saluran pencernaan seringkali disertai tanda produksi gas yang berlebihan yang mengakibatkan sering buang angin, perut kembung, dan lain-lain.

    Wassalamualaikum :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar