Laman

Selasa, 17 September 2013

Metode dalam Identifikasi Forensik

Assalamualaikum..

Aku mau kasih rangkuman tentang forensik dari Bu Iswari :D Meski aku masih agak ngambang, tapi semoga bermanfaat buat kalian para readers..

Forensik adalah ilmu penerapan sains dalam pengungkapan kriminalitas. Forensik disebut juga ilmu kedokteran forensik, ilmu kedokteran kehakiman, atau juga patologi forensik.

Identifikasi dalam forensik bertujuan untuk membantu penyidik menentukan identitas seseorang, seperti pada jenazah tidak dikenal, jenazah yang sudah membusuk, rusak, hangus, atau terbakar, potongan tubuh manusia, kerangka, juga pada penculikan bayi, bayi yang tertukar atau diragukan orang tua. *kya di drama-drama nih -.-

Berikut ini metode yang digunakan dalam identifikasi:

1.     Pemeriksaan Visual
Dengan cara memperlihatkan jenazah pada orang-orang yang merasa kehilang anggota keluarganya atau temannya. Metode ini hanya efektif pada jenazah yang belum membusuk ataupun rusak.
2.     Pemeriksaan Dokumen
Yaitu pemeriksaan KTP, SIM, Paspor yang kebetulan dijumpai dalam saku pakaian akan membantu mengenali jenazah.
3.     Pemeriksaan Pakaian dan Perhiasan
Dapat diketahui dari merk dan nama pembuat. Juga dapat diketahui dari keterangan keluarga tentang kebiasaan korban mengenakan pakaian dan perhiasan tertentu.
4.      Identifikasi Medik
Sehingga dapat diperoleh data mengenai jenis kelamin, ras, perkiraan umur, dan juga kelainan pada tulang.
5.     Pemeriksaaan Serologi
Bertujuan untuk menentukan golongan darah jenazah. Penentuan golongan darah pada jenazah yang sudah membusuk bisa dilakukan dengan memeriksa rambut, kuku, dan tulang.
6.     Pemeriksaan Sidik Jari
Dengan membandingkan sidik jari jenazah dengan sidik jari ante-mortem (sebelum kematian)
7.     Pemeriksaan Gigi
Meliputi pencatatan data gigi (odontogram) yang dapat dilakukan secara manual, dengan sinar-x, dan pencetakan gigi serta rahang. Odontogram memuata data tentang jumlah, bentuk, susunan, tambalan, dan protesa gigi. Karena seperti sidik jari, setiap individu memiliki susunan gigi khas. Dengan demikian dapat dilakukan pembandingan data temuan dengan data ante-mortem.
8.     Metode Eksklusi
Metode ini digunakan pada kecelakaan massal yang melibatkan banyak orang. Bila sebagian besar sudah dapat diketahui identitasnya dengan metode lain, sedangkan identitas korban lain tidak dapat ditentukan dengan metode-metode tersebut. Dilakukan dengan cara mengecek data penumpang misalnya, nama, jumlah, serta jenis kelamin penumpang.

Hmm… Cukup segini aja ya.. Kapan-kapan lagi, deh.


Wassalamualaikum..

2 komentar: